Berkarya, merupakan hal yang perlu dilakukan dalam hidup yang sekali ini. Kadang kala karya itu lahir berupa apapun yang biasa membuat orang kagum, terasa-berasa, dan menikmati suatu kenikmatan dari karya orang lain, ataupun karya kita sendiri. Dalam berkarya tentulah ada formula yang mengawali dari terbentuknya sutu gagasan ataupun ide. Kaluapun kita sudah mencari gagasan untuk suatu karya, maka kita sudah melakukan penggalian ide dengan jalan memancing di sungai, pergi ke pasar, ngenet, jalan-jalan di pantai, atau menelusuri jalan setapak idepun juga belum muncul. Wah gawat kalo seorang mahasiswa seni rupa kalo gak punya ide, pas tugas lukisnya tiga hari lagi atau besok mau dikumpulkan, yang pasti mahasiswa tersebut akan pusing tuju keliling ditambah sampai lupa rupa alias gak mandi beebrapa hari, cukup cuci muka saja. Begitulah yang pernah terjadi pada diri saya ketika masih menjadi mahasiswa jurusan pendidikan seni rupa UNDIKSHA Singaraja, yang dulunya IKIP NEGERI Singaraja. Ide pun muncul ketika waktu sudah kepepet, dia itu muncul pada waktu saya lagi mejju, kalo dalam bahasa kita mejju iti artinya lagi buang hajat, jadi dari saking sakitnya perut, dan matapun mulai jelalatan kesana kemari, pas ketika melihat ke atas pada genteng pencahayaan malah saya melihat awan yang begitu indah. Dalam benakku “awan itu bagusnya dikombinasikan dengan objek apa ya?”ternyata awan itu bagusnya dengan bola bumi dan ada fotoku yang lagi bercermin. Setelah inpirasi di wc itu genab dan bias dibilang selesai maka akupun bergegas ke kampus, membawa kain kanvas, dan perlengkapan lainyna termasuk teh sari wangi, mei sedap, dan dua batang rokok…. Eh gak disangka setelah sam pai di kampus terlihat timpal-timpalku lagi beraksi melukis, gak terasa empat jam sudah saya melukis baru terasa kalo perut sudah mulai miscall aku, buat mie, santai minum theh, dan sedikit menikmati satu batang rokok gudang garam pendek, ceritapun mulai digelar dari masing masing munculnya ide mulai dari wc, kunfu painting, sampai Raja Pala punya Rierlin(kalo di jawa raja pala sama dengan ceritanya Joko Tarup). Keesokan harinya karyapun siap dikonsultasikan walaupun karyanya masih basah….he…he.. dosennya bilang “karyane liu gati ngai aliran kungfu painting” dia bilang karyanya banyak yang pakek aliran kungfu painting ya? Alis kebut semalam.
Kalau anda sama dengan saya ketika mengalami kebuntuan dalam mencari ide untuk berkarya, anda biasa meniru trik yang pernah saya lakukan itu. Trik itu saya lakukan sampai mendapat gelar sarjana,…..trik ini tidak dilindungi oleh UU hak cipta.